CELAH GELEGAR

CELAH GELEGAR


[ISU KANTIN TANDAS] Guru Besar DISIASAT, Pengkhianat FITNAH LEPAS BEBAS

Posted: 24 Jul 2013 01:49 AM PDT


Guru Besar Sekolah Rendah Kebangsaan (SRK) Seri Pristana disiasat walaupun ternyata tuduhan mengarahlan pelajar bukan Islam makan di dalam tandas ketika bulan puasa tidak benar. Sebaliknya mereka yang memfitnah dan menyebarkan fakta palsu langsung tidak disiasat sehingga kini.

Untuk mengalih perhatian maka macam-macamlah alasan digunakan tersebut termasuk tiada temoat lain yang sesuaikah, sekolah luas, carilah tempat lain bukannya diubah suai bilik persalinan menjadi tempat makan. Bercakap macam mereka sempurna dan serba betul walaupun tidak pernah ke sekolah tersebut.

Ikuti luahan anak Guru Besar terbabit dan pendedahan mengenai keadaan sebenar.

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang..

I'm usually fast at writing my post but this time I'm stuck. No words can reveal my frustration about what has been happening. 

I scroll through my facebook wall and I just couldn't bear all the fitnahs that have been going. I'm crying inside. Very loud. Trying my best not to curse out-loud during this holy month. 

People are talking as if they knew everything. I can't even believe some of them are actually my friends. I can't blame them. They don't know the real story. So they have the right to talk?? To post whatever they want? Even things that are damaging to people involved?
As most of you have known or heard of it's the very famous story of the school that 'forced' non-muslims to eat in the TOILET. Oh my goodness for the sake of your religions and beliefs it is a CHANGING ROOM to begin with. 

Now some other people don't even care to know the difference.
They ARE DIFFERENT! And do you even know the condition of the place to say that it's dirty, not hygienic and whatnot? You're not even there. Why are you rubbing salt to the wounds? Do you really not know, heard or even care about RACIAL SENSITIVITY? If you do why is there only non-muslims in that photo even though muslim students ARE ASKED to do the same if they aren't fasting. 

They are not given extra treatment, to eat in a luxurious dining hall. They are all treated equally. Just the fact that there are more non-muslims who aren't fasting makes it a bigger deal. Do you see what I see now?

I'm very deeply wounded by this and ESPECIALLY WOUNDED because it's my dad who is involved in this matter. Yes it's my freaking DAD. He is the headmaster of the school and only God knows how many times I have rethink about posting this on my wall but things have gotten too serious for what it's worth and I can't help but to do something, at least by doing this. Who am I again? Who are going to read my post? I'm just like any other medical student studying overseas under the blessings of duit rakyat, and temporarily back in Malaysia for summer holiday, hoping to spend a good time with my family, but now this?

My dad is the most motivated headmaster I've ever met and yes you may think I say this out of bias as a daughter but hey aren't your dad the best dad in the whole world for you? I know my dad so well. He may be a person who is inclined to support the government, but he will NEVER abuses his power to do anything like has been accused by some irresponsible parties. He comes back everyday from work boasting about his school's potential. About how the kids have grown better in both academics and co-curiculums. He never stops asking me and my brother questions about how to improve his school. Urging us to go to his school to give out speeches to motivate the students to reach out for their dreams. To become role models to the society and do not let the society ruins you no matter what. Ironic enough, it's the society who ruined him.
What makes things worse is people keep on posting bad things about my dad, even attacking his posts he's made in the past that I need to deactivate his facebook for a while to protect him from those horrendous comments and threatening messages that he didn't even know about.
Please people, if you still have the slightest bit of humanity stop the fitnah. Do you not fear of the consequences of spreading fitnah? Do you not fear of God's punishment? I'm writing crying my heart out with the intention of being able to reach out to your decent hearts, please STOP! In the name of Allah, in the name of God, please, PUTTING ASIDE WHICH POLITICAL PARTIES YOU'RE ON, just think of me from a perspective of a daughter who cares about her dad. I'm sure you all know how I feel. If you think I'm writing this to gain sympathy, you're damn right I am. If that's the least that I can do for my dad.
FYI, because of your ruthless thought Mr. Author, my dad is now with the police, to be investigated. Seriously is my dad really that bad of a person? I think it's enough for me not to agree with that. And I'm sure all of the people who truly knows him would be on my side. Tabahkan hati Farah. InsyaAllah Allah bersama org teraniaya. The truth will be revealed. I'm praying hard for that. And I believe those who are my friends are with me. No matter what your skin colour or beliefs. People who knows me knows me well and I believe in them and those who don't, don't even bother to stalk my life finding faults in mine. Cause I'm sure some of you have done that to my dad. May God guide your life. You can read the post in the picture if you would even bother.

Terjemahan Oleh http://panggungopera.blogspot.com/
Coretan anak guru besar sk sri pristana. Cuba kita letakkan diri kita dalam situasi mereka. Hentikan fitnah. Saya akui, saya sendiri sebak membaca status farah asyikin
(Terjemahan)
"Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang..
Kebiasaannya cepat saja untuk saya menulis post saya, tetapi kali ini, entah kenapa, saya rasa seperti tersekat. Tiada kata yang boleh memperlihatkan kekecewaan saya mengenai apa yang telah terjadi. Saya melihat post di facebook dan saya tidak dapat menanggung segala fitnah yang berlaku. Didalam hati, saya menangis. Menangis kuat. Mencuba menahan diri untuk tidak mengeluarkan kata kesat di saat bulan mulia.
Mereka bercakap seperti mereka lebih tahu segalanya. Saya seperti tak percaya yang ada segelintir dari mereka adalah sahabat saya sendiri. Saya tak boleh salahkan mereka. Mereka tidak tahu cerita yang sebenar-benarnya. Adakah mereka layak untuk bercakap? Untuk post apa saja yang mereka hendak? Walaupun hal itu akan merosakkan dan memburukkan pihak yang berkenaan?
Seperti yang kamu semua tahu mengenai cerita kononnya "sekolah yang telah memaksa pelajar bukan islam untuk makan di tandas", ya Allah , itu sebenarnya adalah BILIK PERSALINAN. Sekarang, sesetengah orang tak tahu apa perbezaannya. Ia adalah BERBEZA! Dan adakah kamu tahu sebenar-benarnya keadaan yang kamu katakan kotor, dan entah apa lagi? Kamu tak pernah berada disitu! Kenapa kamu seakan-akan meletakkan garam di atas luka?adakah kamu benar tahu, dengar dan prihatin tentang sensitiviti kaum?
Pertuduhan murid makan di tandas adalah tidak benar sama sekali.Tandas pun tak mampu nak beza.Penat Penat.
Kalau benar kamu prihatin, kenapa hanya menyebarkan gambar pelajar bukan islam sedangkan pelajar islam yang tidak berpuasa juga DISURUH melakukan hal yang sama (makan dibilik persalinan). Mereka (pelajar muslim) tidak diberi layan istimewa, makan di tempat yang seakan-akan mewah. Mereka diberi layanan yang sama. Hanyalah kerana kebanyakkan mereka yang makan disitu adalah bukan muslim, membuatkan hal ini menjadi isu besar. Adakah kamu lihat apa yang saya lihat sekarang?
Saya sangat-sangat TERLUKA dengan hal ini dan sangat-sangat pedih rasanya kerana hal ini melibatkan ayah saya sendiri. Ye, ayah saya. Dia adalah pengetua sekolah dan hanya Allah saja yang tahu berapa kali saya berfikir untuk menulis post ini di facebook kerana saya merasakan hal ini telah menjadi sangat serius dan apa yang perlu, saya perlu berbuat sesuatu , paling tidak pun untuk menulis post ini.
Siapalah diri saya ini? Siapa yang akan membaca post saya ini? Saya seperti pelajar dalam bidang perubatan yang lain , belajar di luar negara dengan bantuan duit rakyat, dan balik sebentar untuk percutian musim panas, dengan harapan dapat meluangkan masa dengan keluarga. Tetapi, apakah yang berlaku sekarang ini?
Ayah saya adalah seorang pengetua yang sangat bermotivasi yang pernah saya jumpa dan kamu boleh mengatakan ianya bias, kerana saya sebagai seorang anak perempuan dan bukankah semua merasakan ayah kita adalah yang terbaik di dunia? Saya mengenali ayah saya dengan sangat baik. Dia mungkin merupakan insan yang menyokong kerajaan, tetapi dia TIDAK AKAN menyalahgunakan hak dan kuasa dia sebagai pengetua seperti apa yang diperkatakan oleh setengah pihak yang tidak bertanggungjawab.
Dia balik kerja setiap hari bercerita dengan megahnya mengenai potensi sekolah. Mengenai bagaimana pelajar-pelajar membesar dengan baik didalam pelajaran mahupun kokurikulum. Dia tak pernah berhenti bertanya dengan saya dan abang mengenai bagaimana caranya untuk memperbaiki dan mempertingkatkan lagi prestasi sekolah. Memohon kami untuk pergi ke sekolah tersebut dan memberikan kata-kata motivasi dan ceramah untuk para pelajar untuk mengejar cita-cita. Untuk menjadi contoh kepada mereka dan jangan biarkan masyarakat menjatuhkan kita . Ironinya, masyarakat jugalah yang menjatuhkan dia (ayah saya).
Menjadikan hal ini lebih teruk kerana ada manusia yang tidak henti menyebarkan hal yang buruk mengenai ayah saya, tidak cukup dengan itu, mereka menyerang ayah saya di facebook, di setiap post ayah, dan apa yang perlu saya lakukan hanyalah dengan menghentikan dulu akaun facebook ayah saya untuk sementara, hanyalah untuk melindungi ayah saya daripada komen-komen yang menghina dan tak dapat diterima akal, segala komen yang mengecam ayah saya yang dia sendiri tidak sedar.Tolonglah, jika kamu masih ada rasa perikemanusiaan, hentikanlah fitnah. Adakah kamu tidak takut akan kesan menyebarkan fitnah? Adakah kamu tidak takut akan pembalasan dari Allah.
Saya menulis ini dengan menangis sekuat hati dengan niat agar post ini dapat menarik mereka yang baik hati agar menghentikan fitnah ini. Dengan nama Allah, saya memohon , ketepikan dahulu politik mana yang kamu sokong, dan cuba berfikir dalam perspektif seorang anak perempuan yang prihatin akan ayahnya. Saya rasa kamu faham apa yang saya rasa sekarang. Jika Kamu rasa, saya menulis ini adalah untuk meraih simpati, kamu memang benar. Jika dengan berbuat demikian, boleh membantu ayah saya.
Untuk pengetahuan, oleh kerana pemikiran kejam pihak yang menulis hal ini, ayah saya sekarang berada dengan pihak polis untuk disiasat. Adakah ayah saya kelihatan sangat jahat? Saya rasa, cukup untuk saya mengatakan tidak. Saya pasti, sesiapa yang mengenali ayah saya pasti akan memihak kepada saya. --sumber: MykMu.net

ISUNYA BUKAN TANDAS TETAPI BATU API PERKAUMAN

Isunya bukan makan dalam tandas..atas tandas..atau tepi tandas. ..TETAPI seorang manusia yang tidak sayangkan PERPADUAN dan KEAMANAN telah cuba menggambarkan PELAJAR BUKAN ISLAM TELAH DIPERLAKUKAN DENGAN HINA OLEH GURU ISLAM...maka disebutlah Pelajar BUKAN ISLAM dipaksa makan tepi tandas dalam bulan RAMADHAN..

Walhal bilik itu telah digunakan semua pelajar Islam dan bukan ISLAM tanpa mengira apa kaumnya pada masa-masa sebelum Ramadhan lagi iaitu sejak bulan Mei.

Tetapi bila syaitan dlm diri berkuasa maka keluarlah caci maki tanpa usul periksa. .ditambah pula dengan penglipurlara yg dok sibuk berbahas ttg tandas ..tak faham isu..benak..

Pengkhianat keamanan pula terus ambil peluang.
Editor Berita akhbar Makkal Osai Mohan Perumal dalam FB beliau menyatakan "Kepada ibubapa yang terlalu gairah hantar anak-anak mereka ke sekolah kebangsaan padan muka. Apakah gunanya berpuasa dan solat lima kali, tetapi bertindak seperti anjing liar terhadap umat manusia sendiri?"

Isu pon tak faham boleh bercakap macam hilang akal. Kalau tak sekolah masih boleh terima tetapi kalau dah pegang jawatan tinggi termasuk Timbalan Menteri yang "BODOH' itu. 


Senang engkau cakap Kamalanatang, berpuluh kereta api puak India dok caci maki Cikgu Islam tu, ko senang je cakap dah selesai.

Pemfitnah tu macam mana?


[ISU KANTIN TANDAS] Chinathamby CABAR Ikut Dia Ke Sekolah JIKA TIDAK PERCAYA

Posted: 23 Jul 2013 11:20 AM PDT

Jurublog bernama Dhanyaraam Chinathamby menulis:
Canteen In Changing Room , FACTS That You Should Know.
There is always other side of the coin.
I had a bad experience of not being allowed to explain on my side when there was once an issue arise. Since then , I always start to see things from different perspective prior judging something. With all fairness , I would like to share some info about the school, SK Pristana which came under fire by many Netizen today.
I have visited the school just now and here are the findings :
The school canteen was facing problem in accommodating 350 students who go for recess at same time. This was happening since January 2013
The students were siting around the canteen (perimeter) as the canteen is small and could not cater all of them
The HM who saw this decided to use one of the changing room which is located FEW meters RIGHT infront of the canteen.
This changing room which were equipped with chairs and tables has been operating SINCE March 2013 and not recently as claimed by some blogs. This was an initiative taken by HM to avoid pupil from sitting around the canteen under hot sun.
Until the beginning of Ramadhan ALL students including Malays were using this room as their 'canteen'
There is NO..I repeat NO.. toilet located anywhere near by the changing room(currently used) . There is NO toilet located in 30 meter radius. There are only two changing rooms for male and female respectively located side by side as per pic below
You can argue why there is sign of ' Tandas' here.. well that is not 'tandas'. It is changing room. There is NO toilet bowl at all and if you watch closely the student is actually taking out shoe to enter the 'Tandas'.The shoes are out there..why?? Anyone who goes to toilet does that? In which school?
HM decided to use one of the changing room (male) bcs it has facilities like water supply. It is also placed very near to the canteen as in few meters. The female changing room are also placed with tables and chairs but not being used at the moment. Let me repeat there is no Toilet nearby the 'canteen'.
Some people asked 'Why not used classrooms or library?' The temporary room has better facilities..water…sinks… and placed just few meters infront canteen..Classrooms and library dont have all these..and located far from canteen. Since my day of schooling we dont practice eating inside classroom…
There are 3 Non-Malay teachers teaching in that school. 2 Indians and an Asli. All of them are aware of this and has no problem with this temporary solution at all. Dont you think if Indians are really being treated badly these two teachers would have raged over it?
School PIBG are aware of this matter as well.
The parent who posted this matter in FB only visited the school after being told by a school bus driver that children were eating inside the TOILET. She didnt know that this has been happening since Mac 2013 .
The school has been directed to close down this temporary canteen and better alternative requested which has been agreed by the HM.
This is the other side the story that we all failed to understand. The only question that the HM and the school failed to answer is ' Why the canteen has been closed during Ramadhan? ' Arent these small no of children also need to eat?
Whether its right or wrong… I let you guys to judge.. I have visited the school and this is the story that I can provide to you guys. If you guys are not satisfied, follow me tomorrow to the school. We can see it together. PIBG will be there as well. Email me if you are coming draam88@gmail.com .
Ciau.

Bandingkan dengan jawapan Timbalan Menteri Pelajaran, P. Kamalanathan YANG 'BODOH'


KUALA LUMPUR 23 Julai – Kementerian Pendidikan mengarahkan Bahagian Pengurusan Sekolah Harian (BPSH) supaya memindahkan tempat makan sementara Sekolah Kebangsaan Seri Pristana, Sungai Buloh, ke tempat lebih bersih dan munasabah.

Timbalan Menteri Pendidikan P. Kamalanathan berkata menjadikan bilik persalinan sebagai tempat makan sementara untuk para pelajar bukan beragama Islam pada bulan Ramadan adalah tidak sesuai sama sekali.

"Perkara ini tidak harus berlaku. Saya kecewa. Kementerian memandang serius perkara ini dan meminta BPSH membuat siasatan serta-merta dan katakan pada kita mengapa tindakan tidak boleh diambil terhadap pegawai yang membuat keputusan ini (makan di bilik persalinan)," katanya kepada Bernama di pejabatnya di bangunan Parlimen di sini, hari ini
 
Beliau mengulas dakwaan kononnya murid bukan Islam di sebuah sekolah rendah dipaksa makan di tandas semasa Ramadan.

Gambar yang tersebar di laman sosial memaparkan sebilangan murid yang dikatakan bukan beragama Islam berada di sebuah bilik menyerupai bilik air, dengan botol air dan bekas makanan berada di atas sebuah meja.

Kamalanathan berkata: "Sekiranya pengusaha kantin tidak mahu beroperasi pada bulan Ramadan, pihak sekolah boleh melantik pengurusan kantin sementara.

Sumber:MykMu.net

[MAKAN DI BILIK PERSALINAN] EDITOR MAKKAL OSAI kata Apa Guna Puasa dan Solat Jika Bertindak Seperti Anjing Liar

Posted: 23 Jul 2013 09:22 AM PDT


Editor Berita akhbar Makkal Osai Mohan Perumal antara paling lantang membelasah guru sekolah yang dikatakan mengarahkan pelajar bukan Islam makan di dalam tandas. Dalam posting pertama beliau di Facebook mengenai isu ini beliau menulis,
Tuan Zaharin Mohd Yasin Najib Razak Haji Rahim Mahmood Ini adalah tindakan Guru Besar Sekolah kebangsaan Sri Pristana yang memberi arahan kepada murid-murid bukan lslam untuk makan makanan mereka di perkarangan tandas semasa Bulan Puasa. Mungkin Allah dan Nabi Mohammad (saw) sendiri tak akan maafkan Guru Besar tersebut.
Kepada ibubapa yang terlalu gairah hantar anak-anak mereka ke sekolah kebangsaan padan muka. Apakah gunanya berpuasa dan solat lima kali, tetapi bertindak seperti anjing liar terhadap umat manusia sendiri?
Adalah jelas beliau tanpa soal siasat menghasut orang bukan Melayu membenci sekolah kebangsaan, menghina guru Islam sehingga mempersoalkan ibadah orang Islam. Beliau tanpa segan silu menuduh guru sekolah terbabit melayan pelajar bukan Islam seperti anjing liar.


Walaupun Saudara Mazidul Akmal sidek telah mendedahkan isu sebenar, maka tidak timbul langsung soal murid bukan Islam diarahkan makan di dalam tandas.

Malangnya sehingga jam lapan malam ini, Mohan langsung tidak mengemukakan sebarang pembetulan.

Malah Malaysiakini.com juga melaporkan bahawa pelajar dibenarkan makan di dalam bilik persalinan sejak Mac lalu kerana kantin yang sesak sekaligus menafikan dakwaan kononnya pelajar bukan Islam di diskriminasi pada bulan puasa.

Tidak cukup itu, seorang bekas pelajar sekolah tersebut berketurunan india turut menulis komen mengenai Pengetua sekolah tersebut di dinding Facebook Mohan, langsung tidak dikomen oleh beliau.


Sebagai Ketua Pengarang sebuah akhbar Mohan sepatutnya menyiasat dan menyelidik sebelum memaki hamun guru dan menghina agama Islam atas dakwaan yang beliau belum pasti benar.

Malangya beliau bukan sahaja gagal sebagai memberi laporan yang objektif, malah langsung tidak berminat membetulkan kenyataannya.

Sekarang kita mahu tahu apa tindakan Peguam Negara ke atas ketua pengaran Makal Osai ini?

Sumber: Mykmu.net

Penjelasan

[SOKONG PAS] PERKASA, PEKIDA, GPMS DAN MAJLIS BELIA MALAYSIA Seru Rakyat Kuala Besut Sokong PAS

Posted: 23 Jul 2013 05:49 AM PDT


Apakah PERKASA, PEKIDA, GPMS dan MBM sudah bertukar arah dalam sokongan politik?

Dulu cukup terkenal secara terbuka memberikan sokongan padu kepada UMNO...Ini berdasarkan kepada risalah yang dijumpai diedarkan di Kuala Besut.

Risalah yang berbunyi "REALISASIKAN Semangat Melayu Bersatu UMNO & PAS....INILAH MASANYA 16 : 16... 1 KERAJAAN...Seruan Kami NGO Melayu...PERKASA GPMS MBM PEKIDA"
kini telah tersebar luas di DUN N01 Kuala Besut.

Dari bunyi risalah tersebut jelas sekali menyeru rakyat Kuala Besut menyokong padu calon PAS sehingga mencapai kemenangan.

Sehingga kini tiada penafian pun dari pihak Perkasa, GPMS, MBM dan Pekida bahawa risalah diatas bersangkut dengan mereka


Sumber: Ραкαтαη яαкүαт εlεcтισηs ηεωs
-------------------------------------------------------------------------------

Jom berjuang bersama rakan bloggers di Facebook!

Tunjukkan sokongan anda! Sila Like.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...